Showing posts with label Kontroversi. Show all posts
Showing posts with label Kontroversi. Show all posts

Ramadhan Telah Berlalu

Sudahlah berlalu pergi beberapa hari lamanya bulan suci Ramadhan dan kini berganti bulan syawal yang berarti pada bulan ini semestinya umat islam merayakan hari kemenangan. 

Beruntunglah bagi orang-orang yang menyempatkan diri menikmatinya dengan beribadah sebanyak-banyaknya dengan penuh keikhlasan pada bulan ramadhan kemarin yang mana pastinya Allah Subhanahu Wata'ala akan menepati janjinya, yakni memberikan ampunan dosa dan meraih derajat taqwa kepada hamba-hambaNya yang ikhlas beribadah selama bulan penuh rahmat itu. 

Di antara tanda penting orang yang berhasil meraih derajat taqwa tersebut ialah memiliki sifat istiqamah atau menetapi jalan yang diridhai Allah meskipun telah bukan lagi berada di bulan Ramadhan.

Banyak macam istiqamah telah dikemukakan oleh para ulama. Antara lain istiqamah dalam menuruti perintah dan tidak melakukan larangan Allah subhanahu wata'ala dan Inilah yang sering membuat banyak orang tak konsisten dalam melaksanakannya. 

Sebagian orang hanya mampu bertahan di kala senang, tetapi labil di kala diuji dengan kesusahan. Di samping itu, ada istiqamah dalam bersyukur atas segala nikmat, serta istiqamah dalam bersabar dalam meraih surga Allah subhanahu wata'ala.

Menetapi jalan Allah, bagi sebagian orang yang telah terbiasa tergelincir dari jalanNya, bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila mencari nafkah, misalnya, masih belum dipindahkan dari jalan yang berlumur dosa. 

Perlu tekad yang kuat untuk bertahan dalam kebaikan dan tak lagi berpaling ke jalan orang-orang lalai, sebagaimana tekad menahan diri karena Allah terutama selama latihan dalam hari-hari dalam bulan Ramadhan. 

Lebih susah lagi apabila selama bulan Ramadhan tidak menambah pengetahuan yang memadai tentang perintah dan larangan Allah, bersyukur, dan lain-lain.

Semoga kita semua diberikan kesabarlah dan kemantapan serta menetapi iman dan islam hingga azal menjemput.

sumber : aceh tribun news
0


Kebakaran Besar Roma

Menurut sejarawan Tacitus, Kebakaran Besar Roma dimulai pada malam tanggal 18 Juli 64, di pertokoan di sekeliling Circus Maximus, Roma. Banyak orang Roma yang tinggal di rumah kayu sehingga api dengan cepat merambat.

Api tersebut hampir berhasil dipadamkan setelah lima hari namun kembali menyala.

Suetonius menulis bahwa api tersebut membakar Roma selama enam hari tujuh malam. Api tersebut membakar habis empat dari empat belas distrik di Roma dan tujuh lainnya mengalami kerusakan parah. Istana Nero, Kuil Jupiter Stator dan Kuil Vesta juga hancur dalam kebakaran itu.

Menurut sejarawan Tacitus, sebagian masyarakat menganggap Nero bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Untuk keluar dari masalah itu, ia mempersalahkan orang Kristen. Orang-orang Kristen mengaku, namun tidak jelas apakah mereka mengaku karena disiksa dan apa yang diakui, penyebab kebakaran atau sebagai orang Kristen.

Suetonius dan Cassius Dio menganggap Nero adalah orang yang membakar Roma dengan maksud gila untuk menghanguskan kota Roma. Namun pada zaman itu Roma beberapa kali terbakar, seperti kebakaran tahun 69 pada zaman Vitellius dan tahun 80 pada zaman Kaisar Titus.

Menurut Tacitus, Nero memerintahkan agar orang Kristen dimangsa binatang, disalibkan, atau dibakar di tiang sebagai penerangan.
0


Orang Bodoh Saja Tahu

Banyaknya musibah yang terjadi akhir akhir ini seperti kebakaran dan juga banjir serta musibah yang lain semisal bangunan dan atau dam yang jebol tidak lain dipicu oleh tidak layaknya suatu bangunan dimana banyak diantara masyarakat awam yang pada saat mendirikan sebuah bangunan tanpa kemudian memenuhi kaidah dalam mendirikan bangunan.

Berbagai macam Bencana yang telah dan tengah terjadi sebagaimana kita ketahui bisa disebabkan dari kurang layaknya bangunan yang tidak dilengkapi kemudian dengan perizinan yang lengkap, sudah banyak contoh kasus bencana seperti kebakaran yang imbanya kemudian bisa meluas sampai menimpa kepada orang lain. pun demikian dengan banjir di banyak kawasan pemukiman manakala ada suatu perumahan baru yang dibangun, karena tidak lengkapnya izin sehingga daerah serapan air tidak ada dan air pun larinya ke jalan.

Masyarakat sering membangun tidak memakai kaidah-kaidah yang benar apalagi sering diketemukan, bangunannya berlantai 4, namun tidak memiliki IMB. Hal-hal seperti ini sering kita temukan.

Senada dengan hal tersebut diatas Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto pesimis masalah banjir dan macet dikota besar khususnya jakarta dapat teratasi. Wiranto mengatakan, siapapun pemimpin Jakarta akan berhadapan dengan dua masalah klasik yang tidak akan bisa dibereskan.

"Masalah banjir dan masalah lalu lintas ini kan tidak mudah di Jakarta. Saya tidak tahu ya, siapa gubernur yang bisa menyelesaikan masalah banjir," kata Wiranto kepada wartawan di markas Partai Hanura di Jalan Tanjung Karang, Jakarta Pusat.

Wiranto menambahkan, pemerintah pusat perlu campur tangan untuk mengatasi macet dan banjir. Menurutnya, diperlukan suatu pemikiran-pemikiran yang lebih komprehensif antara pusat dan daerah baik perencanaannya maupun masalah pembiayaannya.

Melihat peliknya masalah Jakarta, mantan Panglima TNI itu meminta warga untuk lebih realistis dan rasional dalam berpikir. Apalagi di masa-masa pemilihan kepala daerah seperti saat ini, banyak janji-janji manis keluar dari mulut calon-calon gubernur.

Orang bodoh saja tahu bahwa makin hari makin macet. Maka hebat sekali kalau seseorang kandidat gubernur mengatakan dan menjanjikan bisa mengatasi kemacetan dan banjir dalam waktu singkat maksud saya kita rasional saja bahwa hal tersebut adalah hal yang cukup sulit untuk diatasi

Jakarta perlu dipimpin oleh orang yang tahu masalah, tahu solusi dan sudah pandai mengeksekusi dan itu hanya dapat dilakukan orang-orang yang punya pengalaman memimpin sebuah provinsi dan orang yang punya pengetahuan ujarnya.

Lebih lanjut Wiranto mengatakan bahwa pihak yang tidak punya pengalaman belum tentu bisa menemukan solusi untuk menuntaskan masalah Jakarta. Orang yang nggak punya pengalaman pengetahuan bagaimana bisa bijak. Bagaimana bisa menemukan solusi pungkas Wiranto.

dari berbagai sumber
0


Rakyat Jelata Yang Lancang

Sungguh tiada pernah terbayangkan sebelumnya

Maafkanlah saya rakyat jelata ini Pak Presiden kerana telah lancang menorobos paspampres yang telah bersiap siaga itu.

Sesungguhnya saya tidaklah melakukan hal itu dengan kesengajaan dan juga tidak memiliki suatu maksud tertentu dan niatan apapun

Saya Rakyat jelata ini hanyalah sedang mengayuh dan hendak menaiki sepeda tua seperti biasa dan melaksanakan pekerjaan seperti biasa

Seperti hari - hari yang sebelumnya yakni sebagai penjaga kebun istana.

Saya rakyat jelata ini memanglah buta huruf dan aksara alias tidak bisa membaca hingga terhadap bapak Presiden sendiripun tidak tahu


Saya rakyat jelata ini juga tidak tahu menahu bahwa telah terselenggara seuah acara nan besar disana

Saya rakyat jelata ini sedang berada di rumah saat ini, meratapi kelancangan dan ketidaksopanan yang begitu besar yang telah kulakukan

Dengan tanpa sengaja hampir - hampir saja bertemu dia siapa lagi kalau bukan orang nomer wahid di Negara ini

Sepertinya saya rakyat jelata ini telah terlalu lancang dan kurang sopan, tidak pantas Rakyat jelata seperti saya ini memasuki perkumpulan orang - orang “Yang Ingin Dihormati”

Tapi sekali lagi saya rakyat jelata ini tidaklah melakukannya dengan sengaja

Saya rakyat jelata yang lancang ini tidak patuh dan jauh dari ada kesopanan , hendak memohon maaf atas segala kelancangan.

Maafkanlah kebodohanku ini orang yang ingin dihormati. ....

Saya Rakyat jelata miskin yang tidak berpendidikan juga tidak mengenal adab kehormatan dan sekatan untuk ku terhadap perkumpulan orang yang ingin dihormati

Tiada kelayakan dan kepantasan untuk saya rakyat jelata ini, bahkan untuk sekedar hampir bertemu dengan Presiden Negeri Ini
0


Pembakaran Al Quran 2010

Kontroversi pembakaran al-Quran 2010 mencuat ketika pastor Terry Jones dari gereja Kristen non-denominasi kecil Dove World Outreach Center di Gainesville, Florida, Amerika Serikat, mengumumkan rencananya untuk mengadakan pembakaran kitab Qur'an pada peringatan kesembilan serangan 11 September 2001 yang ia namai Hari Pembakaran Quran Internasional (International Burn a Koran Day). Kegiatan penodaan Qur'an yang direncanakan ini dikutuk secara luas oleh para politisi dan kelompok keagamaan. Pada satu waktu, Jones mengumumkan bahwa pembakaran buku dibatalkan dan menyatakan keinginannya untuk terbang ke New York untuk bertemu imam Park51, Feisal Abdul Rauf, tetapi kemudian mengatakan bahwa pembakaran ini ditunda, bukan dibatalkan. Akhirnya, pada 11 September, ia berkata "Kami tidak akan membakar Quran... Tidak hari ini, tidak selamanya."

Maraknya berita tentang aksi pembakaran Al-qur’an ini telah memicu berbagai kontroversi di berbagai belahan dunia. kecaman terutama berasal dari umat Islam yang tidak rela agamanya diinjak-injak oleh agama lain. alasan yang diungkap Terry Jones, pendeta yang akan membakar Al-Qur’an, bahwa Al-qur’an itu jahat. Namun, hal ini tidak terjadi karena dia mendapat berbagai kecaman tidak hanya dari umat Islam tapi juga umat lainnya yang menginginkan adanya toleransi antar umat beragama.

Meskipun aksi yang dilakukan Terry Jones telah dibatalkan, hal ini tidak membuat sekelompok orang dari pengikut Terry Jones menghentikan aksi ini. telah diberitakan bahwa Pendeta Bob Old dan Danny Allen tetap melaksanakan aksinyadi halaman belakang sebuah rumah di daerah Springfield, Amerika Serikat. hal ini tentu sangat memalukan bagi Amerika Serikat yang mempunyai reputasi yang baik. hal ini telah mencoreng rasa toleransi terhadap umat agama lain.

Sebagai umat Islam pastinya merasa sangat kecewa atas tindakan tersebut dimana semua orang telah sejak kecil memperlakukan Al-qur’an secara baik dan hormat. namun kembali sebagai rakyat sekaligus sebagai umat Islam sebisa mungkin kita kembali menginstropeksi diri, apakah saya sudah menjalankan rasa toleransi antar umat beragama.

Untuk skala saya, saya sudah merasa cukup untuk bertoleransi terhadap umat agama lain. namun, melihat skala yang lebih besar dan tidak jauh-jauh, di Indonesia menurut saya toleransinya juga sangat kurang. contohnya tindakan anarkis yang sering membuat huru hara di berbagai daerah. hal itu menunjukkan kurangnya toleransi antar umat beragama. 

Hdup di lingkungan bersama dengan umat lain yang mempunyai karakter berbeda beda memang sangat susah. karena tidak semua manusia yang kita temui mempunyai pemikiran dan keyakinan yang sama dengan kita. hanya dengan adanya toleransi yang tinggi kita bisa mempersatukan adanya perbedaan karakter ini dan membangun hidup yang lebih baik.

Semoga Setiap kontroversi maupun konspirasi yang kemudian menyeruak ke permukaan dapat kita renungkan kembali setiap sisi baik dan sisi buruknya, karena apapun itu  dan dimanapun itu serta bagaimanapun kejadian itu , tak lain dan tidak bukan juga atas kekuasaan-Nya.

Wallahu A'lam
0


PD

Popular Post

Followers

 
Support : Copyright © 2011. Duniaku Bukan Duniamu - All Rights Reserved
Template Modify and Proudly powered by Free Blog