Showing posts with label syair. Show all posts
Showing posts with label syair. Show all posts

Wahai orang yang terpejam matanya

Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada setiap waktu siang dan malam kami rajut tali tali ini, menjadi sebuah lembaran - lembaran kain yang cinta pada keagungan dan rahasia-Nya yang penuh pesona.

Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelap yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, menikmati hangatnya selimut dan lembutnya titian tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. 

Aduhai kau sangat menikmatinya

Wahai orang-orang yang terlena, Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu , yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu , Kami adalah para perindu kamar di surga.

Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." 

Sudahkah kau baca dan fahami ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk mereka orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya. 

Wallahu A'lam
0


Terserah Kau Menilai

Ingin di hatiku, ingin ku menangis 
bilakah kau mengerti tentang diriku, 
dengarlah sayang janjiku padamu 
apapun kau adanya ku takkan berubah, 

andai suatu hari nanti kau pergi dariku, 
janjiku di dalam hati takkan ada cinta lain...

terserah kasih kau menilai apapun tentangku 
namun yang pasti di hatiku, tiada yang lain 
tak ada lagi yang ku sayang selain dirimu, 
tak ada lagi yang ku cinta hanyalah dirimu selamanya...
0


Selamat Tinggal

Katakan ini hanya, hanyalah mimpi
Yang seharusnya tak kau katakan
Bagaikan petir di siang hari
Menghanguskan aku

Selamat tinggal kekasih
Selamat tinggal sayangku
Kekasih terbaik yang pernah singgah dihatiku


Jangan pernah kau kembali, duhai sayangku
Jikalau aku selalu menghambat langkahmu
Semua kulakukan karena sayangku
Ternyata kau salah menilai

Selamat tinggal kekasih
Selamat tinggal sayangku
Kekasih terbaik yang pernah singgah dihatiku

Jangan pernah kembali, jangan pernah kesini
0


Kau Telah Pulang

Kau telah pulang, begitu batinku, Tetapi itu tak berarti berhenti menangis dan terdiam. Butiran bening itu masih juga terus keluar dari sela matamu yang kembali terpejam. Ketika kemudian menggumpal di sudut-sudut kelopak matamu.

Sesekali kamu melihatku, ada takut di sana, ada khawatir membayang di matamu yang memerah. Kemudian kamu peluk aku begitu erat. Melalui pelukan itu kamu seperti mengisyaratkan, “Temani aku, jangan kau tinggalkan aku.” 

Dalam rapat dekapku, semoga pun kamu tahu, bisikku dalam diam, “Tak akan kupergi, aku kan menunggumu di sini, menanti meski hanya sekadar menemanimu, sekadar itu.”

Lelah dengan semua yang terjadi. Perlahan-lahan kamu rebahkan kepalamu di pangkuanku dan terpejam. bukan tertidur karena butiran-butiran bening itu masih juga keluar, menggumpal lagi. Inilah masa ketika kamu mengumpulkan kembali serpihan-serpihan yang terserak, kiraku. 

Sedikit demi sedikit dikumpulkan dan dibentuk lagi, Biarlah....

Biarlah derai air mata itu tetap jatuh, jangan kau tahan.

Puaskanlah tangismu, bila dengan itu kamu merepih menjadi serpihan untuk kemudian terkumpul lagi. Seperti percikan air terjun yang kemudian berkumpul menjadi anak sungai menuju samudera. Mungkin dunia tak akan pernah mengerti, bahkan tak juga aku akan apa yang kau rasakan. Abaikan saja mereka yang kembali bercakap-cakap dan tak juga hirau pada apa yang kau rasakan. Sedangkan aku menemanimu, sekadar menyeka air mata yang menodai pauh pipimu.


Gerimis masih juga turun di luar, tak hirau pada kita. Pada kamu yang membuat gerimis sendiri dengan air matamu. Pada aku yang tak berdaya kecuali hanya menyeka dan menemanimu. Pada kita yang sebentar lalu karena air mata terpisah. Apakah arti semua ini ... ? apakah yang menjadikan terlukanya hatimu...? 

Jangankan gerimis, dunia pun sebaiknya tak perlu tahu dan tak mau tahu.

Kata Hati Yang Tertahan
0


Menuju Bahagia

Terlalu kurasa bila kau masih
Ragukan kesetiaanku
Mengapa katanya setelah sekian lama
Kita bersama terlalu

Tak bijak rasanya bila kau masih
Tanyakan kesetiaanku
Lihatlah ke depan jalan untuk kita
Menuju masa depan

Buanglah cemburu
Tepiskanlah curiga
Tak perlu kau tanya
Tentang kesetiaanku
Buanglah cemburu
Tepiskanlah curiga
Kita bersama menuju bahagia

Terlalu : kirey
0


PD

Popular Post

Followers

 
Support : Copyright © 2011. Duniaku Bukan Duniamu - All Rights Reserved
Template Modify and Proudly powered by Free Blog