Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Memilih Teman Bergaul

“Seseorang itu tergantung agama temannya, maka hendaknya seseorang di antara kamu melihat dengan siapa dia bergaul” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

Meski tidak selamanya disadari, terbentuknya perilaku seseorang hamba tak terlepas dari pengaruh lingkungan tempatnya berada. Di lingkungan tentunya terdapat sejumlah orang dengan berbagai sifat, kelakuan, dan minatnya. Sebahagian dari sifat, kelakukan, dan minat itu bersifat merusak. 

Islam pun tak luput dalam memberikan perhatian tentang bagaimana lingkungan memberi pengaruh terhadap seseorang dan bagaimana mengendalikannya.

Sebagaimana disebutkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Duduk dengan penjual minyak wangi berkemungkinan ia memberikan minyak wanginya, bisa jadi kita tergugah untuk membeli darinya dan bisa jadi akan memperoleh aroma yang wangi. Sementara duduk dengan pandai besi, bisa jadi ia akan menyebabkan pakaian kita terbakar dan bisa jadi mencium bau yang tak sedap darinya (HR. Bukhari & Muslim).

Menyadari hal ini, setiap insan sepatutnya bahu-membahu memberikan perhatian yang memadai terhadap lingkungan, meskipun diri dan keluarganya dirasakan sudah termasuk orang-orang yang baik. Lingkungan akan terus memberi pengaruh besar terhadap orang-orang yang hidup dari masa ke masa. Lingkungan tempat generasi penerus tumbuh dan tempat kita menghabiskan hari tua. 

Dan lazimnya, dari lingkungan yang baik akan lahir generasi penerus yang baik, yang kelak akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa yang baik. Paling kurang, terdapat calon pemimpin yang baik di antara yang kurang baik. Sehingga tidak terpaksa memilih yang buruk di antara yang buruk, yang selanjutnya akan menghancurkan negeri dan umat.
0


Setiap orang memiliki kisah hidup

“Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayyub) seorang yang sabar. Dia lah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shaad: 44)

Setiap orang memiliki kisah hidup yang berliku senang susah , berlimpah kekurangan , dan sebagainya pun demikian Juga demikian dengan Nabi Ayyub ‘alaihissalam yang punya kisah hidup dengan cobaan yang luar biasa. 

Sebelum ditimpa musibah, Nabi Ayyub mempunyai banyak hal, mulai dari isteri yang cantik, anak yang banyak, harta berlimpah, dan tubuh yang kuat. Namun kemudian hamba yang mulia itu kehilangan segalanya, termasuk seluruh tubuhnya yang digerogoti penyakit kulit yang sangat parah hingga berbau tak sedap. 

Satu hal yang tetap ada sama beliau adalah kesetiaan hatinya mengingat Allah. Dalam suatu riwayat disebutkan, beliau berdoa agar jangan diambil hatinya agar selalu mampu mengingat Allah. Pantas Nabi Ayyub disebut sebagai lambang kesabaran.

Belajar dari kisah Nabi Ayyub, kita bisa menyimak kisah hidup diri sendiri hingga hari ini. Sungguh bukan mustahil untuk diungkapkan bahwa meskipun telah menikmati kebahagiaan dalam waktu panjang, sebahagian kita kerap berubah menjadi putus asa hanya gara-gara kehilangan sebahagian harta benda, meskipun masih memiliki isteri yang setia, anak-anak yang taat, dan tubuh yang sehat. 

Ada juga yang tak lagi mau melaksanakan ibadah gara-gara menyangka bahwa Allah tidak membantu saat dirinya dalam kesusahan. Ada juga yang rajin ibadah, namun ketika berhadapan dengan tawaran harta meskipun statusnya haram, langsung berubah pikiran sehingga tak mampu mengucapkan “haram” dan yang terucap samar-samar “halam” (halal campur haram).

Dari rentangan waktu hidup yang sudah dialami, masing-masing orang bisa menggunakan sebuah lambang yang cocok bagi kisah hidup diri sendiri. Tidak tertutup kemungkinan, sebahagian orang menemukan dirinya sendiri sebagai lambang kemunafikan, lambang kejahatan, dan sebagainya, meskipun sebahagian (kecil) orang termasuk hamba yang istiqamah dalam ketaatannya.

Bagi kita yang memiliki kisah hidup bermasalah, masih ada kesempatan untuk memperbaikinya. Sebelum terlambat, awal tahun ini menjadi kesempatan baik untuk memulai memperbaikinya. Insya Allah bisa, apalagi memohon bantuan Allah lewat doa. 

Sumber aceh tribun news
0


Ramadhan Telah Berlalu

Sudahlah berlalu pergi beberapa hari lamanya bulan suci Ramadhan dan kini berganti bulan syawal yang berarti pada bulan ini semestinya umat islam merayakan hari kemenangan. 

Beruntunglah bagi orang-orang yang menyempatkan diri menikmatinya dengan beribadah sebanyak-banyaknya dengan penuh keikhlasan pada bulan ramadhan kemarin yang mana pastinya Allah Subhanahu Wata'ala akan menepati janjinya, yakni memberikan ampunan dosa dan meraih derajat taqwa kepada hamba-hambaNya yang ikhlas beribadah selama bulan penuh rahmat itu. 

Di antara tanda penting orang yang berhasil meraih derajat taqwa tersebut ialah memiliki sifat istiqamah atau menetapi jalan yang diridhai Allah meskipun telah bukan lagi berada di bulan Ramadhan.

Banyak macam istiqamah telah dikemukakan oleh para ulama. Antara lain istiqamah dalam menuruti perintah dan tidak melakukan larangan Allah subhanahu wata'ala dan Inilah yang sering membuat banyak orang tak konsisten dalam melaksanakannya. 

Sebagian orang hanya mampu bertahan di kala senang, tetapi labil di kala diuji dengan kesusahan. Di samping itu, ada istiqamah dalam bersyukur atas segala nikmat, serta istiqamah dalam bersabar dalam meraih surga Allah subhanahu wata'ala.

Menetapi jalan Allah, bagi sebagian orang yang telah terbiasa tergelincir dari jalanNya, bukanlah hal yang mudah. Apalagi bila mencari nafkah, misalnya, masih belum dipindahkan dari jalan yang berlumur dosa. 

Perlu tekad yang kuat untuk bertahan dalam kebaikan dan tak lagi berpaling ke jalan orang-orang lalai, sebagaimana tekad menahan diri karena Allah terutama selama latihan dalam hari-hari dalam bulan Ramadhan. 

Lebih susah lagi apabila selama bulan Ramadhan tidak menambah pengetahuan yang memadai tentang perintah dan larangan Allah, bersyukur, dan lain-lain.

Semoga kita semua diberikan kesabarlah dan kemantapan serta menetapi iman dan islam hingga azal menjemput.

sumber : aceh tribun news
0


Kebakaran Besar Inggris

Kebakaran Besar London adalah suatu peristiwa kebakaran hebat yang melanda kota London, Inggris pada hari Minggu, 2 September hingga hari Rabu, 5 September 1666. Kebakaran ini memusnahkan sebagian besar wilayah kota, namun tidak berhasil mencapai distrik aristokrat di Westminster, Istana Raja Charles II di Whitehall, dan sebagian besar daerah kumuh di pinggiran kota. Kebakaran Besar London menghanguskan sekitar 13.200 rumah, 87 gereja paroki, 6 kapel, termasuk Katedral Santo Paulus dan sebagian besar bangunan-bangunan penting lainnya di London. Sekitar 100.000 orang, atau seperenam penduduk London saat itu, kehilangan tempat tinggal karena peristiwa ini. Jumlah korban yang tewas akibat kebakaran ini tidak diketahui dan umumnya dianggap kecil, tercatat hanya enam kematian yang diverifikasi. Namun baru-baru ini muncul teori yang menyatakan bahwa kemungkinan ribuan kematian penduduk miskin dan kelas menengah tidak tercatat karena sebagian besar dari mereka telah hangus tanpa bisa dikenali.

Kebakaran Besar ini berawal dari toko roti milik Thomas Farriner di Pudding Lane pada Minggu dinihari tanggal 2 September 1666 dan api kemudian menjalar dengan cepat ke bagian barat kota London. Prosesi pemadaman api sempat tertunda karena adanya keraguan dari Wali Kota London saat itu, Sir Thomas Bloodworth. Saat pemadaman mulai diperintahkan, angin telah membantu menyebarkan kobaran api hingga ke jantung kota London pada hari Senin dini hari. Kebakaran ini menyebabkan munculnya kehebohan di jalan-jalan di London, ditambah dengan adanya rumor mengenai orang asing yang dicurigai telah menyulut kebakaran.

Kecurigaan ini terutama sekali ditujukan pada para pendatang asal Perancis dan Belanda yang merupakan musuh utama Inggris dalam Perang Inggris-Belanda Kedua yang saat itu sedang berlangsung. Kelompok imigran dari kedua negara ini menjadi sasaran kecurigaan massa dan menyebabkan terjadinya kerusuhan di jalan-jalan di London. Pada hari Selasa, api telah menyebar ke sebagian besar kota, menghanguskan Katedral Santo Paulus dan menyeberang sampai ke River Fleet di dekat kediaman Raja Charless II di Whitehall, sementara itu upaya pemadaman api terus dilakukan. Pada hari Rabu tanggal 5 September 1666 upaya pemadaman berhasil dilakukan. Keberhasilan pemadaman ini menurut para sejarawan turut dibantu oleh dua faktor, yaitu meredanya angin kencang yang bertiup ke arah timur dan adanya pasukan garnisun di Menara London yang menggunakan bubuk mesiu untuk menciptakan "sekat api" efektif guna menghentikan penyebaran api lebih lanjut ke arah timur.

Musibah ini telah menyebabkan munculnya permasalahan sosial dan ekonomi yang besar di London. Evakuasi pengungsi ke tempat lain di luar London dianjurkan oleh Raja Charles II yang khawatir akan adanya pemberontakan oleh para penduduk yang terlantar pasca kebakaran. Meskipun banyak pengajuan rencana soal tata kota yang baru, London akhirnya dibangun kembali dengan tata kota yang persis dengan tata kota sebelum terjadinya kebakaran. Kebakaran ini terjadi pada akhir Wabah Besar London dan dianggap telah mengakhiri wabah dengan membunuh tikus pembawa penyakit tersebut. Anggapan ini diragukan karena kebakaran terjadi pada wilayah niaga dan kawasan perumahan dan tidak menjalar hingga ke kawasan kumuh, tempat hidup tikus pembawa penyakit.
0


Kapan dan Dimana

‎"satu ketika ku berhayal hidup ini bersinar merata..
tapi lamunanku buyar oleh mimik seorang bocah gelandangan kecil
berdiri dengan rasa ingin memiliki sepotong roti di toko yang bersih dan berjendela kaca.."

*ngopi, intropeksi diri.. sayup2 terdengar lagu Gombloh,
sambil menyaksikan lalu-lalang mereka yang sibuk mempersiapkan belanja buat lebaran..
dimanakah aku bisa menemukan hidup yang bersinar merata???

kutemukan di beranda status facebook milik seorang teman
0


Susah Dan Senang Ingatlah Allah

Salah satu sindiran yang ditujukan kepada kita manusia khususnya bagi manusia yang hanya mengingat Allah dan berdoa bahkan hingga berlinang air mata tatkala susah. Sedangkan di kala senang, sebahagian kita melupakan doa dan Allah.

Padahal kalau menyadari diri sebagai hamba yang senantiasa menikmati pemberian Allah, manusia tak bisa tidak mengingatNya setiap saat dan berdoa. Bukan hanya penting di kala susah, di kala senangpun doa sangat penting untuk dipanjatkan. Apalagi tidak sedikit orang yang tiba-tiba mengalami sesuatu yang tidak diharapkannya bahkan ketika sedang menikmati kesenangan. Seperti ketika terjadi suatu bencana.

Doa juga, bisa membantu memperoleh petunjuk Allah tentang hidup yang benar dalam suasana bagaimanapun. terlebih lagi kita adalah manusia sebagai hamba-hamba yang dhaif, yang pasti tak cukup kemampuan untuk mengarungi perjalanan hidup ini dengan benar, tanpa petunjuk dari Allah. Kadangkala sesuatu yang dirasakan susah, serta-merta dianggap sebagai suatu keburukan atau kesialan. Padahal, tak jarang, kesusahan bisa mengajak setiap insan untuk lebih sabar dalam menunggu suatu proses kepada suatu keadaan yang lebih baik.

Bila di kala senang melupakan Allah dan tidak berdoa, maka tidak tertutup kemungkinan kesenangan yang dinikmati akan membuai. Juga melupakan yang seharusnya penting diingat dan mengingat apa yang seharusnya amat penting dilupakan. Makanya tidak sedikit orang yang lupa diri di kala sedang menikmati kesenangan dunia, seakan-akan tiada akhirnya. Padahal tanpa disadari, saat itulah sedang masa-masa menurun dalam hidupnya. Bukan hanya menurun kemampuan dan kemauan untuk berpikir, tetapi juga menurun taraf keimanannya.

“Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia kembali melalui jalannya yang sesat, seolah-olah dia tidak pernah berdo’a kepada Kami untuk menghilangkan bahaya yang telah menimpanya” (QS. Yunus: 12).
0


Demi langit yang mempunyai gugusan bintang

Al Quran Tafsir Jalalain

001. (Demi langit yang mempunyai gugusan bintang) yakni bintang-bintang yang dua belas gugusan, sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam surah Al-Furqaan.

002. (Dan demi hari yang dijanjikan) yaitu hari kiamat.

003. (Dan demi yang menyaksikan) hari Jumat (dan yang disaksikan) yakni hari Arafah. Demikianlah menurut penafsiran hadits tentang tiga perkara tersebut; yang pertama adalah hari yang telah dijanjikan, dan yang kedua hari Jumat menyaksikan amal perbuatan yang dikerjakan pada hari itu, serta yang ketiga hari Arafah disaksikan oleh manusia dan para malaikat. Sedangkan yang menjadi Jawab Qasam kalimat permulaannya tidak disebutkan, yaitu, "Sesungguhnya."

004. (Telah dibinasakan) telah dilaknat (orang-orang yang memiliki Ukhdud) artinya orang-orang yang menggali parit.

005. (Yaitu api) lafal An-Naari berkedudukan sebagai Badal Isytimal dari lafal Al-Ukhduud (yang dinyalakan) dengan kayu bakar.

006. (Ketika mereka berada di sekitarnya) yaitu berada di sekitar tepi parit-parit itu seraya di atas kursi-kursi (mereka duduk.)

007. (Sedangkan mereka terhadap apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman) kepada Allah, menyiksa mereka dengan cara melemparkan mereka ke dalam parit yang penuh dengan api itu, jika mereka tidak mau kembali murtad dari imannya (menyaksikan) artinya hadir menyaksikan penyiksaan itu. Menurut suatu riwayat, bahwasanya Allah menyelamatkan orang-orang yang beriman yang dilemparkan ke dalam parit berapi itu, yaitu dengan mencabut nyawa mereka terlebih dahulu sebelum mereka jatuh ke dalam api. Kemudian api itu keluar dari dalam parit dan membakar orang-orang yang berada di sekitarnya, sehingga mereka yang menyaksikan penyiksaan itu mati terbakar.

008. (Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa) di dalam kerajaan-Nya. (lagi Maha Terpuji) lafal Al-Hamiid bermakna Al-Mahmuud, artinya Maha Terpuji.

009. (Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu) yakni Dia menyaksikan, bahwa tiadalah orang-orang kafir itu ingkar kepada orang-orang yang beriman melainkan karena orang-orang yang beriman itu beriman kepada Allah.

010. (Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan) yaitu dengan cara membakar mereka hidup-hidup (kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam) disebabkan kekafiran mereka (dan bagi mereka azab pembakaran) sebagai pembalasan dari pembakaran mereka terhadap orang-orang yang beriman, pembalasan itu kelak akan ditimpakan kepada mereka di akhirat. Tetapi menurut suatu pendapat bahwa azab tersebut terjadi di dunia, umpamanya api tersebut keluar dari paritnya dan langsung mengejar dan membakar mereka, sebagaimana keterangan yang disebutkan di atas.

011. (Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai itulah keberuntungan yang besar.)

012. (Sesungguhnya Azab Rabbmu) terhadap orang-orang kafir (benar-benar keras) sesuai dengan kehendak-Nya.

013. (Sesungguhnya Dialah yang memulai) penciptaan makhluk (dan yang mengembalikan) makhluk menjadi hidup kembali, maka tiada sesuatu pun yang dapat menghalang-halangi apa yang dikehendaki-Nya.

014. (Dan Dialah Yang Maha Pengampun) kepada orang-orang mukmin yang berbuat dosa (lagi Maha Pengasih) yakni Maha Belas Kasih kepada kekasih-kekasih-Nya dengan memberikan karamah kepada mereka.

015. (Yang mempunyai Arasy) yakni Yang menciptakan dan Yang memilikinya (lagi Maha Agung) dibaca Rafa' yakni Al-Majiidu, artinya Yang berhak menyandang kesempurnaan sifat-sifat Yang Maha Tinggi.

016. (Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya) artinya tiada sesuatu pun yang dapat menghalang-halangi kehendak-Nya.

017. (Sudahkah datang kepadamu) hai Muhammad (berita tentang kaum-kaum penentang.)

018. (Yaitu kaum Fir'aun dan kaum Tsamud) kedua lafal ini menjadi Badal dari lafal Al-Junuud; dan di sini cukup hanya dengan menyebut nama Firaun saja tanpa menyebut bala tentaranya; adapun Tsamud adalah nama suatu kaum. Kisahnya ialah bahwasanya mereka dibinasakan karena kekafiran mereka. Hal ini merupakan peringatan bagi orang-orang yang ingkar kepada Nabi saw. dan Alquran, dimaksud supaya mereka mengambil pelajaran dari kisah tersebut.

019. (Akan tetapi orang-orang kafir selalu mendustakan) hal-hal yang telah disebutkan tadi.

020. (Padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka) tiada seseorang pun yang dapat menyelamatkan dan menjaga mereka dari azab-Nya.

021. (Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Alquran yang mulia) atau yang agung.

022. (Yang dalam Lauh) berada di atas langit yang ketujuh (terpelihara) dari ulah setan-setan dan dari sesuatu perubahan. Panjang Lohmahfuz itu sama dengan panjangnya langit dan bumi, sedangkan lebarnya ialah sama dengan jarak antara timur dan barat; terbuat dari intan yang putih bersih. Demikianlah menurut pendapat yang telah dikemukakan oleh Ibnu Abbas r.a.

Wallahu A'lam 
0


Rakyat Jelata Yang Lancang

Sungguh tiada pernah terbayangkan sebelumnya

Maafkanlah saya rakyat jelata ini Pak Presiden kerana telah lancang menorobos paspampres yang telah bersiap siaga itu.

Sesungguhnya saya tidaklah melakukan hal itu dengan kesengajaan dan juga tidak memiliki suatu maksud tertentu dan niatan apapun

Saya Rakyat jelata ini hanyalah sedang mengayuh dan hendak menaiki sepeda tua seperti biasa dan melaksanakan pekerjaan seperti biasa

Seperti hari - hari yang sebelumnya yakni sebagai penjaga kebun istana.

Saya rakyat jelata ini memanglah buta huruf dan aksara alias tidak bisa membaca hingga terhadap bapak Presiden sendiripun tidak tahu


Saya rakyat jelata ini juga tidak tahu menahu bahwa telah terselenggara seuah acara nan besar disana

Saya rakyat jelata ini sedang berada di rumah saat ini, meratapi kelancangan dan ketidaksopanan yang begitu besar yang telah kulakukan

Dengan tanpa sengaja hampir - hampir saja bertemu dia siapa lagi kalau bukan orang nomer wahid di Negara ini

Sepertinya saya rakyat jelata ini telah terlalu lancang dan kurang sopan, tidak pantas Rakyat jelata seperti saya ini memasuki perkumpulan orang - orang “Yang Ingin Dihormati”

Tapi sekali lagi saya rakyat jelata ini tidaklah melakukannya dengan sengaja

Saya rakyat jelata yang lancang ini tidak patuh dan jauh dari ada kesopanan , hendak memohon maaf atas segala kelancangan.

Maafkanlah kebodohanku ini orang yang ingin dihormati. ....

Saya Rakyat jelata miskin yang tidak berpendidikan juga tidak mengenal adab kehormatan dan sekatan untuk ku terhadap perkumpulan orang yang ingin dihormati

Tiada kelayakan dan kepantasan untuk saya rakyat jelata ini, bahkan untuk sekedar hampir bertemu dengan Presiden Negeri Ini
0


Bingung Dan Atau Kebingungan

Bingung, atau Kebingungan? ahh lagi dan lagi aku bingung dan kebingunan, tapi bingungku itu bikin aku menjadi semakin tidak bingung, ahhh bingung karena aku tidak tahu apa yang aku bingungkan.

Berbicara tentang keadaan bingung dan atau kebingungan

Siapa sih yang tidak pernah terjebak "bingung"?

Karena ternyata fakta yang ada mengatakan dan membuktikan bahwa hampir semua orang pernah merasa bingung dan kebingungan, tidak perduli itu presiden , petani, tukang becak , sopir , penghulu, takmir masjid, dokter, dan atau siapapun serta apapun profesi dari siapa itu pasti akan menemukan / mengalami takdir untuk menerima kebingungan dan hal tersebut adalah sebagai sesuatu hal yang manusiawi.

Aku bingung , saya bingung , orang lain juga bingung ,  dan sangat bingung dengan kata kata bingung yang membingungkan , membuat semuanya menjadi serba membingungkan. baik itu bingung mau memilih sesuatu atau malah terkadang terjebak dalam keadaan bingung mau ngapain.

Bahkan Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam pun pernah merasa kebingungan yang mana dijelaskan dalam surah Adh Dhuha ayat 7

"Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk".

"Yang dimaksud dengan bingung di sini ialah bahwasanya Rasulullah Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam kebingungan untuk mendapatkan kebenaran yang tidak bisa dicapai oleh akal, lalu Allah Subhanahu Wata'ala menurunkan wahyu kepada Rasulullah Muhammad s.a.w. sebagai jalan untuk memimpin ummat menuju keselamatan didunia dan akhirat.

Pun demikian halnya dengan kita jikalau sekiranya kita berada dalam suatu keadaan yang membingungkan dan atau kebingungan , maka kembalikanlah kepada Yang Maha Kuasa, Memohonlah kepada-Nya tentang segala sesuatu yang menjadi sebab musabab kebingungan kita, maka Insya Allah akan dijadikan mudah oleh-Nya dan akan ditunjukkan kepada jalan yang lebih di Ridhai Nya.


"Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan , dengan kitab itulah Allah Subhanahu Wata'ala menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu pula Allah Subhanahu Wata'ala mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus" (Qs Al Maidah)
0


Seng Ngongkon Sopo ?

Seng ngongkon sopo ?

Ngguya ngguyu koyo wong waras wae

Ngono wae ngamuk, ra trimo.... opo kui...?? nek ra rumongso yo wes to ya...

Tuwek Klejingan ,

Lek tak sawang - sawang sak jane yo ora pati ngono, kuwi omongan sing raperlu , sakjané aku yo êmoh mélu koyo ngono iku ,

Ngono kuwi ora unggah-ungguhe wong Jowo ,

Ning Opo yo ngono kuwi trus ra oleh..?

Uwis tho ora usah diteruske maneh oleh-e padu, wis padha-padha tuwa, padha tumindak kang becik kanthi wicaksono,  ngertio yen opo wae sing tak tulis kuwi sejatine mung kanggo konco ngangsu kawruh, nglipur ati , Geguyonan

mugo iso ono gunane kanggo sekabehane, sepurane sing ooooookeh,

ojo protes aku yo,

Seng Ngongkon Sopo...?
0


Belajar Berhitung

Belajar adalah suatu aktifitas dimana terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal. Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru stimulus dan apa yang diterima oleh pelajar respon harus dapat diamati dan diukur.

Namun proses belajar dan mengajar memang tidak selalu bisa diserap oleh setiap murid dan dilaksanakan dengan baik, terlebih lagi pada anak - anak, seperti dalam kisah berikut ini :

Bu Guru dan muridnya :

Bu Guru : Anak anak sekarang kita belajar berhitung ya....... ?
Anak - anak : Iya Bu Guru

Dimulai dari bangku yang paling depan sampek ke bangku yang paling belakang, ayo ditirukan ibu guru ya ..?

Anak - Anak : Iya Bu Guru ...

Bu guru mulai adi diikuti bu guru ya ...? ayo berhitung ... Satu , dua - tiga ---- s/d sepuluh
adi : satu , dua , tiga , --- sepuluh,

tina , tini , atun , arman , april , mei , semua berhitung satu sampek sepuluh. tibalah giliran satu orang murid emang dasar bandel , gak mau denger, waktu dijelasin sama bu guru juga gak perhatikan, tapi dia anak yang patuh dan apa adanya. Poniman namanya , bu gurupun mulai mengajak poniman untuk membaca.

Bu Guru : Poniman Ayo ditirukan seperti yang lain.

Bu Guru : Ayo Mulai Berhitung ..... Satu

Poniman murid yang patuh tanpa babibu poniman pun mengikuti apa kata bu guru :

Poniman : Ayo Mulai Berhitung .... Satu

Bu Guru : .....!?!!????
0


Ketika Datang Siksaan

Maka mengapa mereka tidak memohon kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras, dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan.



Renungkanlah dan tadaburkan ttg 5 hal yang harus dilakukan sebelum datang 5 hal yang lainnya. Diantaranya, apa yang kau lakukan dikala waktu sehatmu, sebelum sakitmu tiba, apa yang kau lakukan ketika hidupmu sebelum ajalmu menjemput !



006.043 فَلَوْلا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
006.043 When the suffering reached them from us, why then did they not learn humility? On the contrary their hearts became hardened, and Satan made their (sinful) acts seem alluring to them. Al-Qur'an, 006.043 Al-Anaam [Cattle, Livestock]

Dari Quiet WithDin ‎
0


Lagi Nggak Mood (Posting Automatically)

Aku lagi males... nggak mau di gangguin dulu....... aku nggak mau terima ini dan itu..... aku lagi ........... Nggak mood .........!! kalo lagi suntuk nggak mood nulis blog, Begitulah adanya kehidupan blogger (katanya), kadang-kadang lagi mood nulis bisa sampai puluhan halaman. Eh, pas lagi nggak mood cuma bisa bengong depan laptop / pc saja, apalagi tulisan yang harus diposting berkaitan dengan sesuatu yang boleh dibilang penting, wuih.... butuh konsentrasi tinggi baik pikiran , hati , dan gerakan tangan yang serba butuh konsentrasi tinggi.

Meskipun hanya sekedar Copy Paste, dibutuhkan juga kecermatan dan atau keakuratan serta ketajaman dalam memilih dan memilah, tidak sembarangan copy dan kemudian paste diblog yang jika dibaca oleh seseorang nantinya akan menimbulkan kesan yang tidak karuan, dan kemudian akan mempengaruhi juga image dan atau nama baik sebuah blog meskipun secara tidak langsung hal tersebut juga nantinya akan berpengaruh terhadap pemilik blog.

Menulis blog entah itu copy paste ataupun tulisan original dari seseorang patutlah untuk kita hargai, karena pada dasarnya mereka yang copy paste sebuah ilmu atau karya ilmiah secara tidak langsung telah juga memberikan pahala kepada mereka yang blog atau websitenya di copy paste, tentunya ini adalah karunia dan rahmat yang tidak terkira dimana nantinya hal tersebut Insya Allah akan dibalas dengan yang lebih baik.

Berbeda dengan mereka yang memiliki blog yang mana tulisan mereka dilindungi dan atau tidak mau disebarluaskan maka ketahuilah bahwasanya mereka sedikit banyak telah menutup pintu rahmat dan karunia serta pahala yang tiada batasnya. Sungguh suatu kerugian besar yang tanpa kita sadari kita telah kehilangan begitu banyak pahala, dan menutup pintu menuju pahala yang tiada batasnya.

Terlebih bagi mereka yang sampai - sampai harus melindunginya dengan Copyright (melindunginya dengan Undang - undang baik perdata maupun pidana) sungguhlah mereka telah lalai akan perintah Allah Subhanahu Wata'ala dan juga Larangannya, serta menjerumuskan diri mereka kepada tertutupnya rahmat dan karunia , negeri yang kekal kelak diakhir masa.

Wallahu A'lam
0


Wahai orang yang terpejam matanya

Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada setiap waktu siang dan malam kami rajut tali tali ini, menjadi sebuah lembaran - lembaran kain yang cinta pada keagungan dan rahasia-Nya yang penuh pesona.

Wahai orang-orang yang terlelap, Sungguh nikmat malam-malammu. Gelap yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena, menikmati hangatnya selimut dan lembutnya titian tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. 

Aduhai kau sangat menikmatinya

Wahai orang-orang yang terlena, Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu , yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu , Kami adalah para perindu kamar di surga.

Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." 

Sudahkah kau baca dan fahami ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk mereka orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya. 

Wallahu A'lam
0


PD

Popular Post

Followers

 
Support : Copyright © 2011. Duniaku Bukan Duniamu - All Rights Reserved
Template Modify and Proudly powered by Free Blog