Butuh Kematangan Emosional

Agar pernikahan dapat bertahan lama komitmen dan kesetiaan dari masing-masing pasangan sangat diperlukan. Dengan ini, sebuah keluarga akan lebih memiliki tanggungjawab terhadap anak-anaknya. Sementara, yang acapkali terjadi pada para pasangan yang menikah diusia yang masih sangat muda, dinilai tidak memiliki kematangan secara emosional, sehingga pernikahan yang masih sangat dini ini seringkali berakhir dengan perceraian.

Pernikahan pada usia muda pun seolah menjadi tren remaja saat ini. Mayoritas, remaja yang banyak melakukan pernikahan dini berasal dari kelompok sosial ekonomi bawah atau keluarga prasejahtera dengan pendidikan rendah.

Kepala Bidang Advokasi Pergerakan dan Informasi (Adpin) BkkbN Sumut Anthony, S.Sos, mengatakan berdasarkan data yang diperoleh, dari 49.049 jiwa keluarga prasejahtera di Medan, sekitar 7.537 di antaranya masuk dalam kelompok usia 16 sampai 21 tahun. Kelompok umur ini sangat rentan melakukan pernikahan usia dini.

“Banyak faktor yang menyebabkan para remaja keluarga prasejahtera menikah diusia yang sangat muda. Rendahnya tingkat pendidikan juga mempengaruhi pola pikir dalam memahami tujuan perkawinan. Selain itu, faktor ekonomi dan lingkungan tempat tinggal mereka juga bisa mempengaruhinya,” ujarnya.

Dikatakannya, idealnya, perempuan menikah pada usia 20 tahun dan pria di usia 25 tahun. Pada usia ini, secara fisik dan mental masing-masing pasangan sudah siap untuk menikah dan kesehatan reproduksinya sudah matang untuk berumahtangga.

“Dampak negatif yang terjadi akibat nikah muda ini, menyebabkan tingginya masalah kependudukan di tahun mendatang. Karena, semakin muda usia seorang wanita saat menikah pertama, maka masa reproduksi mereka akan lebih panjang. Berarti, mereka berpotensi melahirkan anak lebih banyak. Ini jelas sangat berbahaya,” tegasnya.

Selain itu, lanjutnya, nikah pada usia muda juga akan meningkatkan kasus perceraian, munculnya bayi gizi buruk, bertambahnya kemiskinan dan lainnya. Dalam hal ini, BkkbN terus berupaya melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada remaja tentang dampak nikah muda serta persiapan kehidupan yang ideal.

“BkkbN sendiri telah membentuk Pusat Informasi Konseling sebagai wadah untuk para remaja untuk lebih mengetahui dampak pernikahan dini serta masalah-masalah kesehatan reproduksinya.

hariansumutpos.com


Share this article :

No comments:

Post a Comment

PD

Popular Post

Followers

 
Support : Copyright © 2011. Duniaku Bukan Duniamu - All Rights Reserved
Template Modify and Proudly powered by Free Blog